Menyesal Tidak Datang Di Awal
25 November 2009 | 6 Komen |
Cetak Artikel
Saudara, sempena hari raya korban dan cuti sekolah ini, saya tulis kesedaran agar kita benar-benar menyedari pengorbanan ibu bapa kita. Sesuai untuk para remaja…anak-anak kita. Mintalah mereka baca dengan perlahan-lahan sambil menghayati satu demi satu.
***
Marilah sejenak menundukkan hati kita, menundukkan kepala kita. Marilah kita sama-sama mengenangkan orang yang paling berjasa kepada diri kita. Orang yang kini usianya kian tua, kian tak bermaya. Munculkanlah wajah kedua ibu bapa kita. Biar kita benar-benar berasa mereka ada dekat dengan kita.
Ingatlah dulu ketika kita berada 9 bulan dalam perut ibu ketika ibu masih muda. Walaupun berjalan berat…susah berbaring…berdiri pun sakit…ibu tetap tersenyum setiap kali membelai perutnya. Bahagia kita berada di rahimnya.
Ayah semangat ke sana sini mencari nafkah untuk kita yang bakal lahir.
Sembilan bulan di rahim ibu…menjelang kita lahir ke dunia…ibu sakit tak terperi. Tidak tahu samada akan hidup atau mati. Meregang nyawa. Bersimbah air mata. Keringat…darah. Itulah saat kita lahir ke dunia.
Popularity: 4% [?]



