Dorongan Allah
21 February 2012 | Tiada Komen |
Cetak Artikel
Ternyata kekadang kita tidak menyedari setiap apa yang kita lakukan samada baik atau jahat adalah datang dari sebuah dorongan dalam hati.
Lalu nasihat-nasihat kita semuanya mengenepaikan hal dorongan tadi seolah-olah apa yang kita lakukan bermula dari fikiran bukan dorongan hati.
Kerana itulah kita seringkali dinasihatkan dengan:
“kita jangan benci orang”… sedangkan ia hadir sendiri masuk ke dalam diri tanpa kita dapat mengawalnya.
“Kita jangan dengki”… sedangkan rasa dengki itu laju tidak mampu dihalang walaupun kita cuba sedayanya.
“kita perlu sabar”… sedangkan gelisah dan resah ini bergelora dalam hati.. menghimpit sakit.
“kita perlu jadi baik”… ye kita tahu namun setiap kali melakukan terasa keikhlasan itu entah di mana. Namun kita lakukan jua atas dasar ilmu bahawa aku perlu melakukan kebaikan. Akhirnya kita penat sendiri.
“kita tidak boleh berkelakuan buruk”… kita cuba menjaga diri kita daripada berkelakuan buruk namun sesekali terlepas jua dan ia menjadikan kita sangat penat di dalam menjaga diri agar tidak melakukan keburukan.
Inilah dorongan yang sering kita tidak menyedarinya. Dorongan yang bukan di bawah kekuasaan kita. Dorongan yang kita tidak mampu menghalangnya.
Seandainya rasa benci datang… kita pasti rebah tidak terdaya menghalang. Kita tidak pernah belajar benci. Tidak pernah membuka buku untuk belajar dengki. Tidak pernah belajar di sekolah untuk tidak suka dengan orang lain. Tidak pernah cuba memilikinya. Tidak pernah sedikit pun ada rasa ingin benci. Namun dorongannya kekadang datang juga.
Sememangnya benar apa yang dikatakan Allah SWT melalui surah asy-syam (QS As-Syam:91:7-8), “Demi diri manusia dan Yang menyempurnakan kejadiannya (dengan kelengkapan Yang sesuai Dengan keadaannya); serta mengilhamkannya jalan Yang membawanya kepada kejahatan, dan Yang membawanya kepada bertaqwa.”
Dorongan-dorongan buruk atau taqwa semuanya datang dari Allah.
Seandainya kita faham.. apakah kita akan kata lagi “kita tidak boleh benci”? sedangkan ketika Allah memberikan rasa benci pada kita, siapa kita untuk melawannya?
Namun ia tidak habis di sini. Seharusnya kita tahu bagaimana untuk membuangkan rasa itu ketika ia datang. Seharusnya kita tahu bagaimana caranya agar kita tidak didorongkan oleh Allah dengan hal fujur (buruk).
Inilah yang seharusnya diberitahu dan diajarkan kepada kita namun kita tidak pernah menerima ilmu sebegini.
******
Cara untuk tidak berasa benci, dengki etc
Caranya mudah… kita lihat firman Allah…
Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, nescaya Dia mengadakan bagi kamu (petunjuk) yang membezakan antara yang benar dengan yang salah dan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu, serta mengampunkan (dosa-dosa) kamu dan Allah (sememangnya) mempunyai limpah kurnia yang besar.
(QS: Al-Anfal, 8:29)
Seandainya kita sentiasa menyedari Allah, pastilah Allah akan dorongkan kita sentiasa kepada kebaikan. Kita dapat tahu dengan gerak rasa yang kuat yang mana baik dan yang mana tidak baik. Jiwa diilhamkan Allah dengan jalan-jalan yang tidak dimurkai Allah dan menjauhkan kita daripada jalan-jalan yang sesat.
Namun seandainya kita tidak menyedari Allah walaupun sesaat…. Allah menyatakan kepada kita dalan firmanNya…
Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah [Al Qur’an], Kami adakan baginya syaitan [yang menyesatkan] maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.
(QS: Al-Zukhruf, 43: 36)
Ketika kita tidak menyedari Allah, Allah menempatkan syaitan dalam hati kita sehingga kita akan sentiasa ingin melakukan keburukan. Kita didorong oleh syaitan dan kita menyangka kita benar sedangkan kita salah di sisi Tuhan.
Marilah bersama-sama belajar untuk benar-benar menyedari Allah agar kita mampu menyedari Allah setiap saat. Kita tidak mampu membuangkan rasa benci, dengki dan lain-lain melainkan Allah jualah yang membuangkan semua itu dari jiwa kita.
Tugas kita adalah untuk sentiasa ke Allah dan menyedariNya setiap saat hidup ini. Ketika itulah kita akan didorongkan sentiasa oleh Allah dengan Taqwa… bukannya fujur.
Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana memenuhi kehendak agama Kami, sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami (yang menjadikan mereka bergembira serta beroleh keredaan) dan sesungguhnya (pertolongan dan bantuan) Allah adalah berserta orang-orang yang berusaha membaiki amalannya.
(QS: Al Ankabut, 29:69 )
Semoga memahami dan marilah belajar untuk menyedari Allah SWT dengan sebenar-benarnya. Belajar cara yang praktikal yang menurut Al-Quran dan Rasulullah SAW. Inilah sebenarnya tujuan usaha JPHBT ini… untuk melatih dengan praktikal agar kita semua sentiasa menyedari Allah setiap saat dalam hidup ini.
Popularity: 23% [?]
Incoming search terms:
- dorongan (4)
- dari jiwa rasa (2)
- muat turun surah as syam (2)
- rasa benci teramay samgat (2)
- benci melakukan keburukan (2)
- petua melembutkan hati orang jahat (1)
- apa yang dikatakan cinta itu benar (1)
- Petunjuk Allah menyayangi kita (1)
- seandainya rasa benci datang… kita pasti rebah tidak terdaya menghalang kita tidak pernah belajar benci tidak pernah membuka buku untuk belajar dengki tidak pernah belajar di sekolah untuk tidak suka dengan orang lain tidak pernah cuba memilikinya tidak p (1)
- kekadang jiwa rasa (1)
- jika saudara sendiri benci dengan saudara (1)
- fuad latip 2012 dorongan allah (1)
- dorongan allah (1)
- Cara untuk lembutkan hati orang yang benci kita (1)
- bagaimana tahu allah (1)
- apakah dia surah as syam (1)
- teman di kala ada rasa benci (1)







