Blog Ini Menggunakan Hosting 15GB Dengan Harga RM80 Sahaja. Klik Untuk Info Lanjut
Powered by MaxBlogPress  

Jiwa Positif Hidup BerTuhan (JPHBT)

Menyedari KeTuhanan Allah SWT dan Kehambaan Diri Di dalam Setiap Detik Kehidupan

1 Muharram 1433H

27 November 2011 | Tiada Komen | Cetak Artikel Cetak Artikel

FacebookGoogle GmailYahoo MailWordPressTwittermore

Salam Maal Hijrah 1433H, Salam Tahun Baru.

Lihatlah perjalanan Rasulullah SAW dan Saidina Abu Bakar As-Siddiq ketika berhijrah dari Kota Mekah ke Kota Madinah (anak panah warna merah) berbanding perjalanan biasa (anak panah warna hijau).

Perjalanan Rasulullah dan Abu Bakar adalah perjalanan tanpa menggunakan kenderaan yakni hanya berjalan kaki di jalan yang berbatu, kering, berbukit dalam serba kekurangan. Perjalanan yang meninggalkan segala kekayaan dan kemewahan.

Hijrah juga telah dilakukan oleh kaum Muhajirin yang beriman kepada Allah dan Rasulullah. Perjalanan mereka juga penuh dugaan dan cabaran.

Pengajaran Hijrah:
Seandainya jiwa umat Islam tidak KUAT yakin dengan Allah dan Rasulullah, apakah mereka mampu untuk berhijrah?

Persoalan ini merupakan pengajaran besar untuk kita. Apakah kita sekadar berhijrah atau berubah namun keyakinan kepada Allah dan Rasulullah tidak pernah meningkat.

Kita mampu tahu sejauh mana kekuatan kesedaran kita pada Allah. Seandainya diri asyik tidak puas hati dengan sesiapa pun jua atau dengan banyak hal yang berlaku (sering cerita di status FB) itulah penanda bahawa kita masih banyak protes dengan Allah.

Inilah salah satu ukuran mudah untuk kita mengetahui kekuatan kesedaran dan keimanan kita pada Allah.

Lalu apakah dengan kekuatan iman sebegini kita mampu untuk berhijrah? Sedangkan hijrah atau perubahan memerlukan kesedaran dan keimanan yang kental dan sentiasa yakin dengan Allah SWT.

Ketika diri yakin dengan Allah, pasti akan menerima segala kehendakNya iaitu menerima Af’al (perbuatan) Allah SWT tanpa ada protes apa pun.

“Aku bukan mengeluh pada Allah, aku komen orang sahaja”. Ini juga sebenarnya protes pada Allah di mana secara tidak langsung protes pada keadaan. Jiwa tidak sabar akibat disempitkan Allah apabila jiwa tidak menerima kehendak Allah keadaan itu berlaku.

Semoga keimanan kita bertambah dalam menuju perubahan dengan meningkatkan kesedaran kita pada Allah SWT.

Kenal Allah -> Sedar Allah setiap saat -> Bersyukur pada Allah -> Yakin pada Allah -> Pasti akan berprasangka baik pada Allah (tidak direka-reka) -> Lebih bersemangat melakukan kerja (hasil dari taqwa) -> Sabar dalam melakukan kerja (disabarkan Allah) -> Menerima dan mengikut ketetapan Allah -> Redha, pasrah dan berserah -> Jiwa yang bahagia -> Iman bertambah disamping iman yang lalu

Wallahualam

Fuad Latip
Jiwa Positif Hidup BerTuhan
1 Muharram 1433H

Incoming search terms:

Facebook Comments

  • FB GROUP JPHBT

  • JPHBT di Android Phone

  • Artikel Terkini

  • Petikan

    Memberi kemaafan itu mampu membuka belenggu-belenggu yang menyempitkan hati.
    - Fuad Latip -
  • Doa

    Ya Allah, Aku mohon kepadaMu agar Kau catatkan siapa pun yang membaca blog ini, menjadi orang-orang yang Engkau angkat kerajaannya. Engkau ampuni seluruh dosa-dosanya. Engkau buka hati yang tertutup. Engkau lembutkan hati yang keras membatu. Engkau cahayai hati yang gelap gelita. Ya Allah jadikan perkongsian ilmu ini membuatkan sisa umur kami penuh berkah. Terpelihara dari fitnah dan musibah. Amin.
  • Arkib

  • Popular Keyword