Teringat Akan Kematian
8 September 2009 | 5 Komen |
Cetak Artikel
Saya menerima respon daripada beberapa orang tentang latihan kembali kepada Allah SWT. 100% menyatakan tidak mampu kembali kepada Allah SWT dengan benar-benar berserah. Saya juga tidak tahu sejauh mana kemampuan saya untuk berserah ketika saat-saat sakaratul maut datang walaupun banyak kali berlatih kembali kepada Allah SWT. Semoga kita benar-benar mampu kembali kepada Allah SWT dengan jiwa yang sejahtera.
Saya mengajak saudara semua berfikir, iaitu jika kita sekarang tidak mampu berserah 100% kepada Allah SWT di dalam latihan kembali kepada Allah, fikirkan bagaimana di saat kematian yang benar tiba. Di masa nyawa dicabut dari jasad, kita bukan hanya berdepan dengan kesakitan kematian tetapi juga berdepan dengan ajakan dan hasutan syaitan yang sangat hebat. Mampukah kita kembali kepada Allah SWT dengan benar-benar berserah?
Nah! Bagaimana kita berasa kita akan mati dalam keadaan yang sejahtera sedangkan kita tidak pernah pun berlatih untuk kembali kepada Allah SWT? Walaupun siapa diri kita, banyak mana amalan diri kita, hebatnya ilmu kita, tingginya amal ibadah kita, berlatihlah kembali kepada Allah SWT. Kemampuan berserah, pasrah dan redha untuk benar-benar kembali kepada Allah SWT perlu dilatih.
***
Sejak saya menulis artikel bertajuk Berlatih Kembali Kepada Allah SWT, saya sendiri yang sering teringat untuk mati. Saya berasa kematian sangat hampir. Rasa ini semakin hari semakin kuat. Jika sudah menjadi ketentuan untuk saya kembali kepada Allah SWT, sesungguhnya saya pasrah dan berserah. Berserah kembali kepada Allah SWT dan menyerahkan semua milik yang Allah SWT pinjamkan kepada saya kembali kepada Allah SWT. Saya amat yakin Allah SWT akan menjaga keluarga saya, anak dan isteri.
Saya memohon maaf kepada semua di atas kesalahan yang saya lakukan.
Popularity: 13% [?]
Tags: ambil mudah > berserah > gelisah > kematian > menghadapi mati > pasrah > peristiwa sebelum mati > redha > sakaratul maut > sakit mati > seksaan > tarikan Allah






